Selasa, 04 Maret 2008

Rahasia Hati

Semuanya telah berubah seiring berjalan nya waktu, tak ada gunanya disesali apa yang telah terjadi, karna yang tlah pergi ngak mungkin akan kembali.
Sehari sebelum pernikahan mu , aku sempat menanyakan sesuatu hal yang dulu sempat membuat hatimu berbunga2. Dan jawaban mu membuatku tak habis mengerti ,karna begitu mudahnya kata2 itu meluncur dari bibirmu. Apa karna dia ada disampingmu? , sehingga membuatmu tak berani bicara jujur padaku.
Masih kudengar sayup2 suara gending jawa mengalun dengan pelan, menjadi saksi bisu percakapan kita bertiga .
''Piye rasane atimu ?''
''Biasa wae , awakmu ngomong karo de' e yo?, paling ora ngucapne selamat ''.
''ok, piye kabare? lagi ngopo seh?, lagi pacaran yo?
''kbr ku apik2 wae,kbr mu dewe yo opo?, mreneo awakmu ben ngerti opo seng tak lakoni saiki''.
Yah...mana mungkin aku bisa kesana, jarak dan waktu menjadi penghalang nya. Aku hanya bisa membayangkan apa yang terjadi disana, pasti kalian lagi duduk berdua diteras rumah ,sambil menikmati keindahan pemandangan alam.
''Ali, wes teko po durung ?''
''Durung ki, awakmu kangen karo de' e po piye?''
''Ha ha ha hahahhahah, ah ...masa lalu ''
''Jo banter2 lek nguyu, wediku bar awakmu nguyu trus maleh dadi tangise ati, lek wes awakmu nangis aku seng bingung . Lek kepikiran de' e yo ngomong terus terang , ben ra ganjel neng ati.
Ingin nya aku yang mengintrogasi mereka, kenyataan nya malah terbalik. Justru aku yang merasa didesak oleh pertanyaan2 yang sangat memojok kan diriku. Tak ingin rahasia hatiku diketahui orang lain , cukup aku, kau dan Dia yang mengetahuinya.
Aku yakin suatu hari aku pasti bertemu dg nya, dan aku harus siap menghadapi semuanya. Karna tak mungkin permasalahan itu aku hindari terus. Harus ada penyelesaian , biar masalah itu tak berlarut2.

Tidak ada komentar: